Jenis Tanaman LCC untuk Reklamasi Tambang
Lahan bekas tambang sering menghadapi masalah yang tidak sederhana ketika memasuki tahap reklamasi. Aktivitas penggalian dan penimbunan material dapat mengubah struktur tanah, mengurangi tutupan vegetasi, serta membuat permukaan lahan lebih rentan terhadap erosi. Pada beberapa lokasi, tanah juga memiliki tingkat kepadatan, keasaman, dan kandungan bahan organik yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman.
Kondisi tersebut membuat pemilihan tanaman penutup tanah perlu mendapat perhatian sejak awal. Benih LCC untuk kebutuhan reklamasi tambang dapat membantu membangun tutupan vegetasi sekaligus mendukung pemulihan kondisi lahan. Namun, keberhasilan penanaman tidak hanya bergantung pada jenis tanaman. Kualitas benih, kesiapan tanah, waktu tanam, dan pemeliharaan setelah penyebaran juga ikut menentukan hasilnya.
Mengapa Tanaman LCC Dibutuhkan dalam Reklamasi Tambang?
Setelah kegiatan penambangan selesai, permukaan tanah yang terbuka dapat menerima benturan air hujan secara langsung. Ketika air mengalir di atas tanah tanpa perlindungan vegetasi, partikel tanah lebih mudah terbawa. Risiko ini semakin besar pada area miring atau lokasi yang memiliki sistem drainase kurang baik.
Tanaman legume cover crop (LCC) dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Daun dan batangnya menutupi permukaan tanah sehingga air hujan tidak langsung mengenai tanah. Akar tanaman juga membantu mengikat partikel tanah, sedangkan sisa daun dan batang yang melapuk dapat menambah bahan organik.
Beberapa jenis legum memiliki kemampuan bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen. Hubungan tersebut dapat membantu menambah nitrogen dalam sistem tanah. Meski begitu, hasilnya bergantung pada kecocokan tanaman dengan bakteri, kondisi tanah, dan lingkungan tumbuh. Karena itu, penanaman LCC tidak bisa menggantikan seluruh kebutuhan perbaikan tanah.
Dalam praktik reklamasi, pengelola tetap perlu memperhatikan drainase, kestabilan lereng, dan pertumbuhan tanaman utama. LCC berperan sebagai bagian dari rangkaian pemulihan lahan, bukan solusi tunggal untuk semua masalah bekas tambang.
Jenis Tanaman LCC yang Dapat Dipertimbangkan untuk Reklamasi Tambang

Setiap jenis LCC memiliki bentuk pertumbuhan dan karakter yang berbeda. Ada tanaman yang tumbuh merambat dan membentuk tutupan rapat, sementara jenis lain tumbuh tegak serta menghasilkan biomassa dari batang dan daunnya. Perbedaan tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan benih.
1. Centrosema pubescens
Centrosema pubescens termasuk legum yang tumbuh merambat. Pertumbuhannya dapat membantu menutup permukaan tanah, terutama ketika tanaman memperoleh kelembapan dan kondisi tumbuh yang sesuai. Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk area yang membutuhkan vegetasi menjalar.
Pada tahap awal, perhatikan perkembangan kecambah dan penyebaran batangnya. Jika beberapa bagian lahan tidak menunjukkan pertumbuhan, periksa kembali kondisi tanah, kelembapan, dan kualitas benih sebelum melakukan penyulaman.
2. Mucuna sp.
Kelompok Mucuna memiliki karakter pertumbuhan merambat dan dapat membentuk tutupan cukup rapat. Sifat tersebut membuatnya menarik untuk area yang membutuhkan perlindungan permukaan tanah. Namun, pertumbuhannya juga perlu dikendalikan agar tidak mengganggu tanaman pohon atau vegetasi utama yang sedang berkembang.
Pengelola sebaiknya mempertimbangkan posisi penanaman dan pola pemeliharaan sebelum memilih Mucuna. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan antara fungsi tanaman penutup dan kebutuhan pertumbuhan vegetasi utama.
3. Crotalaria juncea atau orok-orok
Orok-orok memiliki pola pertumbuhan tegak dan dapat menghasilkan biomassa dari batang serta daunnya. Ketika bagian tanaman melapuk, sisa biomassa tersebut berpotensi menambah bahan organik tanah.
Sebelum membeli benih, pastikan pemasok mencantumkan identitas spesies dengan jelas. Nama orok-orok dapat merujuk pada beberapa jenis Crotalaria, sedangkan setiap spesies belum tentu memiliki karakter pertumbuhan yang sama.
Ketiga jenis tersebut tidak harus digunakan secara bersamaan. Pilihannya perlu mengikuti tujuan reklamasi, kondisi lokasi, dan rencana pengelolaan vegetasi. Untuk mengenali pilihan lainnya, pembahasan mengenai jenis tanaman LCC untuk reklamasi tambang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan jenis benih.
4. Mucuna cochinchinensis dan Mucuna bracteata
Kelompok Mucuna juga dapat dipertimbangkan dalam program reklamasi. Tanaman ini memiliki pertumbuhan merambat dan dapat membentuk tutupan vegetasi yang cukup rapat ketika kondisi tumbuh mendukung.
Mucuna cochinchinensis dan Mucuna bracteata perlu dibedakan karena keduanya merupakan jenis yang berbeda. Pengelola sebaiknya memeriksa identitas benih sebelum pembelian agar karakter tanaman sesuai dengan rencana revegetasi. Pemilihan juga perlu mempertimbangkan kemampuan tanaman berkembang tanpa mengganggu tanaman utama yang akan ditanam pada tahap berikutnya.
Pastikan Mutu Benih Sebelum Melakukan Pengadaan

Setelah menentukan jenis tanaman, periksa kualitas benih dari pemasok. Warna dan ukuran memang dapat memberikan gambaran awal, tetapi keduanya tidak cukup untuk memastikan kemampuan benih berkecambah.
Ada beberapa informasi yang sebaiknya diminta sebelum melakukan pembelian:
- Identitas benih: Pastikan pemasok mencantumkan nama jenis atau spesies secara jelas.
- Daya kecambah: Minta hasil pengujian untuk mengetahui kemampuan benih menghasilkan kecambah.
- Kemurnian fisik: Periksa apakah kemasan mengandung kotoran, potongan tanaman, batu kecil, atau campuran benih lain.
- Kondisi penyimpanan: Tanyakan bagaimana pemasok menyimpan benih dan berapa lama benih berada dalam kemasan.
- Asal benih: Catat informasi sumber benih agar pengelola dapat menelusuri produk ketika menemukan kendala.
Jika proyek membutuhkan benih dalam jumlah besar, mintalah sampel terlebih dahulu. Pengujian awal dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi benih sebelum pengelola melakukan pengadaan dalam skala penuh. Periksa juga tanggal hasil uji laboratorium agar informasi tersebut masih relevan dengan kelompok benih yang akan dibeli.
Apa yang Ditunjukkan Penelitian pada Lahan Bekas Tambang?
Penelitian Dewi dan rekan-rekan yang terbit dalam Journal of Degraded and Mining Lands Management pada 2023 menguji Centrosema pubescens, Mucuna sp., dan Crotalaria sp. pada tailing bekas tambang emas di Pulau Buru, Maluku. Peneliti mencatat efektivitas pengurangan merkuri tertinggi sebesar 34% pada perlakuan Crotalaria sp. dalam percobaan tersebut.
Temuan ini menunjukkan potensi tanaman legum untuk mendukung pemulihan tailing yang terkontaminasi. Namun, hasil penelitian tersebut tidak bisa langsung mewakili semua lokasi tambang. Karakter tanah, tingkat kontaminasi, dan perlakuan yang digunakan dapat memengaruhi hasilnya. Karena itu, lakukan pemeriksaan tanah terlebih dahulu jika lokasi reklamasi memiliki masalah kontaminasi.
Hitung Kebutuhan dan Pantau Pertumbuhan Tanaman

Setelah menentukan jenis dan mutu benih, hitung kebutuhan berdasarkan luas efektif area tanam. Perhitungan juga perlu memperhatikan karakter benih, daya kecambah, kemurnian, serta metode penyebaran. Jangan menggunakan satu takaran untuk semua jenis LCC karena setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda.
Sebelum menyebarkan benih, bersihkan material yang menghambat pertumbuhan dan perbaiki bagian tanah yang terlalu padat jika diperlukan. Kemudian, atur penyebaran agar benih menjangkau area tanam secara merata. Perhatikan pula kondisi cuaca supaya hujan deras atau aliran permukaan tidak memindahkan benih dari lokasi awal.
Pekerjaan tidak berhenti setelah penanaman. Amati kemunculan kecambah, perkembangan tanaman, dan bagian lahan yang masih terbuka. Jika beberapa area tidak menunjukkan pertumbuhan, periksa kemungkinan penyebabnya, mulai dari kualitas benih hingga kondisi kelembapan dan permukaan tanah. Setelah mengetahui penyebabnya, lakukan penyulaman atau perbaikan sesuai kebutuhan.
Kesimpulan
Pemilihan benih LCC untuk kebutuhan reklamasi tambang perlu mengikuti kondisi tanah, tujuan revegetasi, dan karakter pertumbuhan tanaman. Centrosema pubescens, Mucuna sp., serta Crotalaria juncea dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Namun, setiap jenis memiliki kebutuhan dan pola pertumbuhan berbeda sehingga pengelola perlu memeriksa kesesuaiannya sebelum melakukan pengadaan.
Selain memilih legume cover crop, perhatikan juga mutu benih, persiapan lahan, perhitungan kebutuhan, dan pemantauan setelah penanaman. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Lingkar Cipta Madani menyediakan pilihan benih cover crop, termasuk benih orok-orok, untuk kebutuhan reklamasi tambang, perkebunan, dan revegetasi.
